Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk memperoleh dana dari investor.
Pihak yang membeli obligasi disebut investor atau pemegang obligasi, sedangkan pihak yang menerbitkan disebut penerbit obligasi (issuer).
Perusahaan membutuhkan dana
Perusahaan menerbitkan obligasi
Investor membeli obligasi
Investor menerima bunga secara berkala
Saat jatuh tempo → pokok dikembalikan
Perusahaan menerbitkan obligasi Rp1 miliar
→ investor membeli
→ perusahaan membayar bunga tiap tahun
Obligasi memiliki ciri-ciri utama:
Nilai yang akan dibayarkan saat jatuh tempo.
Bunga yang dibayarkan secara berkala kepada investor.
Waktu pengembalian pokok obligasi.
Obligasi bisa dijual kembali di pasar modal sebelum jatuh tempo.
Obligasi:
Nilai nominal: Rp10 juta
Bunga: 8% per tahun
Jatuh tempo: 5 tahun
Perusahaan menerbitkan obligasi untuk:
Mendapatkan dana tanpa menjual saham
Membiayai ekspansi usaha
Membeli aset tetap
Menambah modal kerja
Tidak mengurangi kepemilikan (tidak seperti saham)
Biaya bunga bisa diprediksi
Obligasi yang tidak dijamin dengan aset tertentu.
Berdasarkan kepercayaan investor
Risiko lebih tinggi
Perusahaan besar dengan reputasi baik
Obligasi yang dijamin dengan aset perusahaan.
Gedung
Tanah
Mesin
Jika gagal bayar:
→ aset dapat disita
Obligasi yang dapat diubah menjadi saham.
Investor bisa memilih:
Tetap sebagai obligasi
Menjadi pemegang saham
Startup menerbitkan obligasi konversi
→ investor bisa jadi pemilik saham di masa depan
Harga obligasi bisa berbeda dari nilai nominal.
Harga = nilai nominal
Harga > nilai nominal
Harga < nilai nominal
Perubahan suku bunga pasar
Risiko perusahaan
Nilai nominal: Rp10 juta
Dijual: Rp9 juta → diskonto
Kas
Utang Obligasi
Beban Bunga
Kas
Utang Obligasi
Kas
Bunga obligasi dibayar secara berkala:
Tahunan
Semesteran
Obligasi Rp100 juta
Bunga 10%
→ bunga per tahun = Rp10 juta
Perusahaan tidak mampu membayar
Jika bunga pasar naik → harga obligasi turun
Sulit dijual kembali
Pendapatan tetap (bunga)
Risiko lebih rendah dibanding saham
Bisa dijual kembali
Mendapat dana besar
Tidak kehilangan kepemilikan
Menerbitkan obligasi negara
Contoh: surat utang negara
Membiayai ekspansi
Proyek besar
Investasi obligasi via platform digital
Masyarakat sekarang bisa membeli obligasi pemerintah secara online dengan modal kecil
Dicatat sebagai kewajiban jangka panjang
Beban bunga
Penerbitan → kas masuk
Pembayaran bunga → kas keluar
Aspek Obligasi Saham
Status Kreditur Pemilik
Imbalan Bunga Dividen
Risiko Lebih rendah Lebih tinggi
Hak suara Tidak ada Ada
Salah menghitung bunga obligasi
Tidak memahami diskonto/premium
Tidak mencatat kewajiban dengan benar
Mengabaikan risiko
Obligasi merupakan instrumen utang yang penting bagi perusahaan dan pemerintah untuk memperoleh dana dari investor. Obligasi memberikan keuntungan berupa pendapatan bunga bagi investor dan sumber pembiayaan bagi perusahaan.
Dengan memahami obligasi, siswa dapat:
Memahami pasar keuangan
Mengelola investasi
Mengaplikasikan dalam dunia kerja