Setelah aktiva tetap diakui dan dicatat pertama kali dalam laporan keuangan, perusahaan harus menentukan bagaimana aset tersebut dinilai pada periode-periode berikutnya.
Penilaian ini penting karena:
Nilai aset berubah seiring waktu
Aset mengalami penyusutan atau kenaikan nilai
Laporan keuangan harus mencerminkan kondisi yang realistis
Menyajikan nilai aset yang wajar
Menentukan beban penyusutan
Menghindari overstatement (nilai terlalu tinggi)
Terdapat dua model utama yang digunakan:
Dalam model biaya, aktiva tetap dicatat sebesar:
Harga Perolehan - Akumulasi Penyusutan - Penurunan Nilai
Nilai aset menurun seiring waktu
Tidak mengikuti harga pasar
Lebih sederhana dan umum digunakan
Harga mesin: Rp100.000.000
Akumulasi penyusutan: Rp40.000.000
Nilai buku:
= Rp60.000.000
Mudah diterapkan
Stabil
Tidak membutuhkan penilaian ulang
Tidak mencerminkan nilai pasar
Bisa terlalu rendah atau terlalu tinggi dibanding kondisi sebenarnya
UMKM dan sebagian besar perusahaan menggunakan model ini karena praktis
Dalam model ini, aktiva tetap dinilai kembali berdasarkan nilai wajar (fair value) atau harga pasar terkini.
Nilai aset disesuaikan dengan kondisi pasar
Bisa naik atau turun
Dilakukan secara berkala
Tanah dibeli Rp500 juta
Nilai pasar sekarang Rp800 juta
→ dicatat Rp800 juta setelah revaluasi
Lebih realistis
Mencerminkan nilai ekonomi sebenarnya
Lebih kompleks
Membutuhkan jasa penilai (appraisal)
Biaya lebih tinggi
Perusahaan besar
Properti & real estate
Perusahaan publik
Jika terjadi revaluasi:
Dicatat sebagai:
Surplus revaluasi (ekuitas)
Dicatat sebagai:
Kerugian
Perusahaan melakukan revaluasi gedung:
Nilai naik → menambah ekuitas
Nilai turun → mengurangi laba
Penyusutan adalah proses pengalokasian biaya aktiva tetap selama masa manfaatnya.
Membagi biaya aset secara adil
Menyajikan laba yang realistis
Menunjukkan penurunan manfaat aset
Harga perolehan
Nilai sisa (residu)
Umur manfaat
Penyusutan sama setiap periode.
(Biaya - Nilai sisa) / Umur manfaat
Harga: 12 juta
Nilai sisa: 2 juta
Umur: 5 tahun
Penyusutan:
= 2 juta per tahun
Sederhana
Mudah dihitung
Gedung
Peralatan kantor
Penyusutan lebih besar di awal dan menurun setiap tahun.
Beban besar di awal
Cocok untuk aset yang cepat usang
Laptop:
Nilai cepat turun di awal pemakaian
Penyusutan berdasarkan penggunaan aset.
Berdasarkan kapasitas produksi
Lebih akurat untuk mesin
Mesin:
Kapasitas 100.000 unit
Digunakan 10.000 unit
→ penyusutan berdasarkan penggunaan
Jika nilai aset turun drastis dan permanen, maka harus dilakukan penurunan nilai.
Kerusakan
Teknologi usang
Penurunan permintaan
Mesin lama:
Tidak bisa bersaing dengan teknologi baru
→ nilai harus diturunkan
Nilai aktiva tetap berubah
Beban penyusutan
Kerugian penurunan nilai
Surplus revaluasi (jika ada)
Aspek Model Biaya Model Revaluasi
Nilai aset Berdasarkan historis Berdasarkan pasar
Kompleksitas Sederhana Kompleks
Akurasi pasar Rendah Tinggi
Biaya Rendah Tinggi
Menggunakan model biaya
Penyusutan garis lurus
Kombinasi model biaya dan revaluasi
Menggunakan software akuntansi
Properti → sering revaluasi
Teknologi → penyusutan cepat
Perusahaan startup:
Laptop disusutkan cepat
Server memiliki nilai tinggi
Tidak mencatat penyusutan
Salah memilih metode
Tidak melakukan revaluasi saat diperlukan
Tidak mencatat penurunan nilai
Setelah pengakuan awal, aktiva tetap harus dinilai secara tepat menggunakan model biaya atau model revaluasi. Selain itu, penyusutan dan penurunan nilai harus diperhitungkan agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Pemilihan metode yang tepat akan membantu perusahaan dalam:
Menyajikan laporan yang akurat
Mengelola aset secara efektif
Mengambil keputusan yang lebih baik