Penjualan konsinyasi adalah sistem penjualan di mana pemilik barang (consignor) menitipkan barang kepada pihak lain (consignee) untuk dijual kepada konsumen.
Dalam sistem ini, kepemilikan barang tetap berada pada consignor sampai barang tersebut berhasil dijual.
Dititipkan dulu → dibayar kalau sudah laku
Produsen snack menitipkan barang ke toko
→ toko menjual
→ jika laku → dibayar
→ jika tidak → dikembalikan
Pihak yang memiliki barang
Menitipkan barang untuk dijual
Menanggung risiko jika barang tidak laku
Pihak yang menerima titipan barang
Menjual kepada konsumen
Mendapat komisi
Ciri-ciri utama penjualan konsinyasi:
Barang tetap milik consignor
Consignee hanya sebagai perantara
Consignee menerima komisi
Barang yang tidak terjual dapat dikembalikan
Risiko kerugian sebagian besar ditanggung consignor
Aspek Konsinyasi Penjualan Biasa
Kepemilikan Tetap di consignor Pindah ke pembeli
Risiko Ditanggung consignor Ditanggung pembeli
Pembayaran Setelah barang laku Saat transaksi
Peran penjual Perantara Pembeli langsung
Memperluas distribusi barang
Meningkatkan penjualan
Mengurangi risiko bagi penjual (consignee)
Memperkenalkan produk baru
Produk lebih mudah masuk pasar
Jangkauan distribusi lebih luas
Tidak perlu membuka toko sendiri
Tidak perlu modal membeli barang
Risiko kecil
Mendapat komisi
Barang tidak laku
Kerusakan barang
Keterlambatan laporan penjualan
Harus menjaga barang
Tanggung jawab atas kehilangan/kerusakan tertentu
Biaya produksi atau pembelian
Harga yang ditetapkan untuk konsumen
Imbalan untuk consignee
Biaya transportasi
Biaya penyimpanan
Biaya promosi
Barang dititipkan: 100 unit
Harga jual: Rp10.000/unit
Terjual: 80 unit
Komisi: 10%
Penjualan:
= 80 × 10.000 = 800.000
Komisi:
= 10% × 800.000 = 80.000
Uang yang diterima consignor:
= 800.000 − 80.000 = 720.000
Persediaan Konsinyasi
Persediaan
Piutang kepada Consignee
Penjualan
Kas
Piutang
(Tidak dicatat sebagai persediaan)
Kas
Utang ke Consignor
Utang ke Consignor
Pendapatan Komisi
Produk dititipkan di toko oleh-oleh
Titip jual di warung
Sistem dropship
Marketplace
Produk UMKM di supermarket
Konsinyasi di minimarket
Produk makanan dititipkan di kafe
Brand lokal titip jual di distro
Buat perjanjian jelas
Tentukan komisi sejak awal
Laporan penjualan rutin
Kontrol stok dengan baik
Menganggap barang sudah terjual saat dikirim
Tidak mencatat komisi dengan benar
Tidak membuat laporan stok
Tidak ada perjanjian tertulis
Penjualan konsinyasi merupakan metode distribusi yang efektif untuk memperluas pasar tanpa harus memiliki toko sendiri. Sistem ini menguntungkan kedua pihak, tetapi tetap memiliki risiko yang harus dikelola dengan baik.
Dengan pengelolaan yang tepat, konsinyasi dapat:
Meningkatkan penjualan
Memperluas jaringan distribusi
Mendukung perkembangan usaha