Penjualan angsuran adalah metode penjualan di mana pembeli membayar harga barang secara bertahap dalam beberapa periode tertentu sesuai perjanjian.
Dalam sistem ini, penjual biasanya mengenakan bunga atau tambahan harga sebagai kompensasi atas pembayaran yang ditunda.
Harga motor: Rp20 juta
Dibayar:
DP: Rp5 juta
Sisa dicicil 12 bulan
Ciri-ciri utama penjualan angsuran:
Pembayaran dilakukan secara bertahap
Memiliki jangka waktu tertentu
Umumnya dikenakan bunga
Terdapat perjanjian antara penjual dan pembeli
Hak milik bisa berpindah di awal atau setelah lunas
Dalam praktik modern:
Banyak menggunakan sistem leasing atau pembiayaan
Penjualan angsuran dilakukan untuk:
Meningkatkan daya beli konsumen
Memperluas pasar
Meningkatkan penjualan
Mempercepat perputaran barang
Barang lebih mudah dijangkau konsumen
Terutama bagi yang tidak memiliki uang tunai
Menjangkau segmen ekonomi lebih luas
Dari bunga atau margin
Kredit motor
Cicilan HP
Kredit elektronik
Pembeli tidak mampu melunasi cicilan
Pembayaran terlambat atau berhenti
Penagihan
Monitoring
Sistem pencatatan
Barang bisa turun nilai sebelum lunas
Harga barang yang dijual
Pembayaran awal
Pembayaran berkala
Tambahan biaya atas cicilan
Harga barang: Rp12 juta
DP: Rp2 juta
Sisa: Rp10 juta
Jangka waktu: 10 bulan
Rp10 juta ÷ 10 = Rp1 juta/bulan
Misalnya bunga total Rp2 juta
→ total bayar = Rp14 juta
Pendapatan diakui saat penjualan terjadi.
Risiko kecil
Pembayaran relatif pasti
Pendapatan diakui seiring penerimaan kas.
Risiko tinggi
Pembayaran belum pasti
Piutang Angsuran
Penjualan
Kas
Piutang Angsuran
Kas
Pendapatan Bunga
Jika pembeli gagal bayar:
Menghubungi pembeli
Memberi kelonggaran waktu
Barang ditarik kembali
Jika tidak bisa ditagih
PayLater
Cicilan tanpa kartu kredit
Kredit kendaraan
Kredit alat berat
Cicilan elektronik
Cicilan gadget
Beli HP:
Bayar DP kecil
Sisanya cicilan
Aspek Tunai Angsuran
Pembayaran Sekaligus Bertahap
Risiko Rendah Lebih tinggi
Pendapatan Langsung Bertahap
Pasar Terbatas Lebih luas
Seleksi pelanggan (analisis kredit)
Buat perjanjian jelas
Gunakan sistem pencatatan rapi
Monitor pembayaran
Tidak menghitung bunga dengan benar
Tidak mencatat piutang
Tidak mengantisipasi kredit macet
Tidak memiliki sistem kontrol
Penjualan angsuran merupakan strategi penjualan yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar. Namun, metode ini juga memiliki risiko yang harus dikelola dengan baik.
Dengan pengelolaan yang tepat, penjualan angsuran dapat:
Meningkatkan keuntungan
Memperluas pelanggan
Menjaga arus kas tetap stabil