Aktiva tetap adalah aset berwujud yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun.
Aktiva tetap:
Digunakan untuk mendukung operasional
Tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal
Memberikan manfaat jangka panjang
Perusahaan membeli:
Mesin produksi → untuk produksi
Kendaraan → untuk distribusi
→ bukan untuk dijual, tapi untuk digunakan
Aktiva tetap memiliki ciri-ciri:
Memiliki bentuk fisik (berwujud)
Digunakan dalam operasional perusahaan
Memiliki masa manfaat lebih dari 1 tahun
Nilainya relatif besar
Mengalami penyusutan (kecuali tanah)
Tanah → tidak disusutkan
Mesin/kendaraan → disusutkan
Beberapa contoh aktiva tetap dalam perusahaan:
Digunakan untuk:
Lokasi usaha
Pabrik
Gudang
Digunakan untuk:
Kantor
Toko
Pabrik
Digunakan dalam proses produksi.
Digunakan untuk:
Distribusi
Operasional
Contoh:
Komputer
Printer
Meja kursi
UMKM → laptop & etalase
Pabrik → mesin produksi
Perusahaan logistik → truk
Harga perolehan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan hingga aset siap digunakan.
Harga utama saat membeli aset.
Biaya untuk membawa aset ke lokasi perusahaan.
Biaya pemasangan agar aset dapat digunakan.
Biaya untuk memastikan aset berfungsi dengan baik.
Pajak pembelian
Biaya notaris (tanah/bangunan)
Biaya perizinan
Membeli mesin:
Harga: Rp50.000.000
Ongkir: Rp2.000.000
Instalasi: Rp3.000.000
Total harga perolehan:
= Rp55.000.000
Aktiva tetap (kecuali tanah) mengalami penurunan nilai yang disebut penyusutan (depreciation).
Mengalokasikan biaya aset selama masa manfaat
Menyajikan nilai aset yang realistis
Harga perolehan
Nilai sisa (residu)
Umur manfaat
Penyusutan sama setiap tahun.
(Pengeluaran - Nilai sisa) / Umur manfaat
Harga: 10 juta
Nilai sisa: 2 juta
Umur: 4 tahun
Penyusutan:
= 2 juta per tahun
Penyusutan lebih besar di awal.
Berdasarkan penggunaan atau kapasitas produksi.
Setelah aset digunakan, ada biaya tambahan:
Menambah nilai atau umur aset.
Upgrade mesin
Renovasi besar
→ dicatat sebagai aset
Untuk pemeliharaan rutin.
Servis kendaraan
Perbaikan kecil
→ dicatat sebagai beban
Aktiva tetap dapat dihentikan penggunaannya karena:
Dijual
Rusak
Tidak digunakan lagi
Bisa untung atau rugi
Nilai buku: Rp5 juta
Dijual: Rp6 juta
→ untung Rp1 juta
Pengendalian penting karena:
Nilai besar
Digunakan jangka panjang
Pencatatan aset (daftar aktiva tetap)
Pemberian kode/barcode
Inventarisasi rutin
Pengawasan penggunaan
Perusahaan memiliki daftar aset:
Laptop
Kendaraan
Mesin
Semua diberi kode inventaris
Menggunakan sistem manajemen aset digital
Tracking aset dengan software
Menggunakan Excel/manual
Sering belum rapi dalam pencatatan
Banyak investasi pada:
Laptop
Server
Infrastruktur digital
Perusahaan logistik:
Mengelola ratusan kendaraan
Harus mencatat penyusutan tiap tahun
Dicatat sebagai aset tidak lancar
Beban penyusutan
Pembelian aset → arus keluar besar
Tidak memasukkan semua biaya perolehan
Salah menghitung penyusutan
Tidak membedakan capital vs revenue expenditure
Tidak mencatat aset secara lengkap
Aktiva tetap merupakan aset penting yang digunakan untuk mendukung operasional perusahaan dalam jangka panjang. Pengelolaan aktiva tetap meliputi pencatatan harga perolehan, penyusutan, pengeluaran tambahan, hingga penghapusan aset.
Dengan pengelolaan yang baik, perusahaan dapat:
Menjaga efisiensi
Menghindari kerugian
Menyajikan laporan keuangan yang akurat