Persediaan adalah barang yang dimiliki perusahaan untuk:
Dijual kembali (perusahaan dagang)
Digunakan dalam proses produksi (perusahaan manufaktur)
Persediaan termasuk aset lancar karena:
Dapat dijual atau digunakan dalam waktu relatif singkat
Persediaan sangat penting karena:
Menentukan kelancaran operasional
Mempengaruhi harga pokok penjualan (HPP)
Berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan
Toko sembako:
Beras, minyak, gula → persediaan
Pabrik sepatu:
Kulit → bahan baku
Sepatu setengah jadi → barang dalam proses
Sepatu jadi → barang jadi
Persediaan memiliki ciri-ciri:
Dimiliki untuk dijual atau diproses
Berubah secara terus-menerus
Memerlukan pengelolaan yang baik
Memiliki risiko kerusakan atau kehilangan
Rusak atau kadaluarsa
Hilang atau dicuri
Salah pencatatan
Overstock (kelebihan stok)
Stockout (kehabisan stok)
Hanya memiliki satu jenis persediaan:
Barang yang dibeli untuk dijual kembali tanpa diolah.
Minimarket → makanan, minuman
Toko pakaian → baju, celana
Memiliki tiga jenis persediaan:
Bahan utama yang digunakan dalam proses produksi.
Contoh:
Kayu untuk membuat meja
Tepung untuk membuat roti
Barang yang masih dalam tahap produksi.
Contoh:
Meja yang belum selesai
Roti yang masih dalam oven
Barang yang sudah siap dijual.
Contoh:
Meja siap jual
Roti siap konsumsi
Persediaan tidak dicatat setiap transaksi, tetapi dihitung secara fisik di akhir periode.
Sederhana
Tidak mengetahui stok secara real-time
Cocok untuk usaha kecil
HPP = Persediaan Awal + Pembelian - Persediaan Akhir
Warung kecil menghitung stok barang setiap akhir bulan.
Setiap transaksi persediaan langsung dicatat.
Stok selalu update
Lebih akurat
Menggunakan sistem komputer
Minimarket:
Setiap barang keluar langsung terdata
Stok bisa dilihat kapan saja
Sistem
Kelebihan
Kekurangan
Periodik
Sederhana
Tidak real-time
Perpetual
Akurat & cepat
Butuh sistem
Penilaian persediaan digunakan untuk menentukan:
Nilai persediaan akhir
Harga pokok penjualan (HPP)
Barang yang pertama masuk dianggap pertama keluar.
Persediaan akhir berasal dari barang terbaru
Cocok untuk barang yang mudah rusak
Toko makanan:
Barang lama harus dijual dulu agar tidak kadaluarsa
Barang yang terakhir masuk dianggap pertama keluar.
Persediaan akhir berasal dari barang lama
Jarang digunakan dalam praktik modern
Menggunakan harga rata-rata dari seluruh persediaan.
Harga lebih stabil
Mudah digunakan
Barang:
10 unit @10.000
10 unit @12.000
Rata-rata = 11.000
HPP adalah biaya untuk memperoleh barang yang dijual.
HPP = Persediaan Awal + Pembelian - Persediaan Akhir
Persediaan awal: 5 juta
Pembelian: 10 juta
Persediaan akhir: 4 juta
HPP = 11 juta
Pengendalian diperlukan untuk:
Mencegah kehilangan
Menghindari kesalahan
Menjaga kualitas barang
Stok opname (cek fisik)
Pemisahan tugas gudang dan pencatatan
Penggunaan sistem barcode
Pengawasan gudang
Pencatatan keluar masuk barang
Gudang:
Ada petugas khusus penyimpanan
Ada admin pencatatan
Barang lama dijual lebih dulu.
Barang dibeli saat dibutuhkan.
Mengurangi biaya penyimpanan
Menghindari penumpukan
Restoran:
Membeli bahan segar setiap hari
Mengukur seberapa cepat barang terjual.
Menilai efisiensi
Menghindari stok mati
Minimum → batas aman
Maksimum → batas optimal
Masalah yang sering terjadi:
Barang hilang
Barang rusak
Salah pencatatan
Kelebihan stok
Kekurangan stok
Toko overstock:
Barang tidak laku
Modal terhambat
Menggunakan sistem barcode
Stok real-time
Mengelola bahan baku
Mengontrol produksi
Menggunakan Excel/manual
Cek stok rutin
Sebuah toko mengalami kerugian karena:
Barang rusak di gudang
Tidak terjual
Tidak tercatat
Solusi:
Terapkan FIFO
Lakukan stok opname rutin
Persediaan mempengaruhi:
Harga Pokok Penjualan
Laba perusahaan
Persediaan akhir tinggi → HPP kecil → laba besar
Persediaan akhir kecil → HPP besar → laba kecil
Persediaan merupakan aset penting yang berperan besar dalam kegiatan operasional perusahaan, terutama dalam perusahaan dagang dan manufaktur.
Pengelolaan persediaan yang baik meliputi:
Pencatatan yang tepat
Pengendalian yang ketat
Pemilihan metode yang sesuai
Dengan pengelolaan yang baik, perusahaan dapat:
Meningkatkan efisiensi
Mengurangi kerugian
Meningkatkan laba