Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pihak lain (pelanggan) akibat transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit.
Artinya:
Perusahaan sudah menjual barang/jasa
Tetapi belum menerima uang
Piutang termasuk dalam aset lancar karena:
Diharapkan dapat ditagih dalam waktu dekat (biasanya < 1 tahun)
Sebuah toko bangunan menjual semen ke kontraktor secara kredit senilai Rp5.000.000.
Barang sudah dikirim
Uang belum dibayar
Maka:
→ Dicatat sebagai piutang usaha
Piutang memiliki ciri-ciri:
Timbul dari transaksi kredit
Memiliki jangka waktu pembayaran
Memiliki risiko tidak tertagih
Dicatat dalam nilai uang
Keterlambatan pembayaran
Tidak dibayar sama sekali
Kesalahan pencatatan
Piutang yang timbul dari kegiatan utama perusahaan, yaitu penjualan barang atau jasa secara kredit.
Toko menjual barang ke pelanggan secara kredit
Jasa servis kendaraan dibayar belakangan
Jangka pendek
Tanpa bunga
Berkaitan langsung dengan penjualan
Piutang yang disertai dengan dokumen resmi berupa surat janji bayar (wesel).
Memiliki tanggal jatuh tempo
Biasanya berbunga
Lebih formal dan kuat secara hukum
Perusahaan memberikan pinjaman ke pelanggan dengan perjanjian tertulis akan dibayar dalam 3 bulan dengan bunga.
Piutang yang tidak berasal dari kegiatan utama perusahaan.
Piutang karyawan (pinjaman pegawai)
Piutang bunga
Piutang pajak (kelebihan bayar pajak)
Pengelolaan piutang sangat penting karena berkaitan dengan arus kas perusahaan.
Memastikan piutang tertagih tepat waktu
Mengurangi risiko kerugian
Menjaga kelancaran kas
Perusahaan biasanya menetapkan:
Syarat pembayaran
Batas waktu (jatuh tempo)
Diskon pembayaran
Syarat kredit:
2/10, n/30
Artinya:
Diskon 2% jika bayar dalam 10 hari
Jika tidak, harus bayar penuh dalam 30 hari
Tidak semua piutang dapat ditagih. Piutang yang tidak dapat ditagih disebut piutang tak tertagih (bad debt).
Pelanggan bangkrut
Pelanggan mengalami kesulitan keuangan
Pelanggan tidak bertanggung jawab
Kesalahan administrasi
Mengurangi laba perusahaan
Menyebabkan kerugian
Toko memberi kredit ke pelanggan Rp2 juta
Ternyata pelanggan tidak bisa bayar
→ Piutang menjadi kerugian
Piutang dihapus saat benar-benar tidak dapat ditagih.
Sederhana
Digunakan oleh usaha kecil
Tidak sesuai prinsip akuntansi (kurang akurat)
Beban Piutang Tak Tertagih
Piutang Usaha
Piutang Rp1.000.000 tidak bisa ditagih
Jurnal:
Beban Piutang Tak Tertagih Rp1.000.000
Piutang Usaha Rp1.000.000
Perusahaan memperkirakan jumlah piutang yang tidak tertagih.
Lebih akurat
Sesuai prinsip akuntansi
Digunakan perusahaan besar
Membuat estimasi kerugian
Membentuk cadangan
Menghapus piutang dari cadangan
Beban Piutang Tak Tertagih
Cadangan Kerugian Piutang
Cadangan Kerugian Piutang
Piutang Usaha
Diperkirakan kerugian Rp500.000
Jurnal:
Beban Piutang Tak Tertagih Rp500.000
Cadangan Kerugian Piutang Rp500.000
Piutang disajikan dalam laporan keuangan sebesar:
Piutang Bersih = Piutang Usaha - Cadangan Kerugian Piutang
Piutang: Rp10.000.000
Cadangan: Rp1.000.000
Piutang bersih = Rp9.000.000
Untuk menghindari kerugian, perusahaan harus mengontrol piutang.
Menyeleksi pelanggan sebelum memberi kredit
Menetapkan batas kredit
Membuat jadwal penagihan
Mengirimkan pengingat pembayaran
Memisahkan fungsi penjualan dan penagihan
Perusahaan hanya memberikan kredit kepada pelanggan yang:
Memiliki riwayat pembayaran baik
Memiliki kemampuan finansial
Untuk mengelola piutang, perusahaan menggunakan analisis:
Mengelompokkan piutang berdasarkan lama keterlambatan.
Contoh:
0–30 hari
31–60 hari
60 hari
Mengetahui piutang yang berisiko
Menentukan cadangan kerugian
Mengukur seberapa cepat piutang ditagih.
Menilai efektivitas penagihan
Mengetahui kualitas pelanggan
Memberi kredit ke pelanggan tertentu
Menggunakan sistem penagihan
Memberikan jasa dulu, dibayar belakangan
Contoh: jasa konsultan
Menggunakan sistem ERP
Memiliki tim khusus penagihan
Perusahaan distribusi:
Menjual barang ke toko secara kredit
Menagih setiap 30 hari
Jika telat → diberi denda atau dihentikan kredit
Piutang merupakan aset penting yang timbul dari penjualan kredit. Meskipun dapat meningkatkan penjualan, piutang juga memiliki risiko tidak tertagih.
Oleh karena itu, perusahaan harus:
Mengelola piutang dengan baik
Menerapkan sistem pengendalian
Menggunakan metode pencatatan yang tepat
Dengan pengelolaan yang baik, piutang dapat menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan tanpa menimbulkan kerugian besar.