Investasi adalah penanaman dana dalam suatu aset dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa depan.
Dalam akuntansi, investasi umumnya berbentuk:
Saham
Obligasi
Reksa dana
Instrumen keuangan lainnya
Investasi dilakukan karena perusahaan atau individu ingin:
Mengembangkan kekayaan
Mendapatkan penghasilan tambahan
Mengoptimalkan dana yang menganggur
Pendapatan bunga (interest)
Pendapatan dividen
Capital gain (kenaikan harga)
Perusahaan membeli saham perusahaan lain melalui pasar modal
Individu investasi melalui aplikasi seperti Bibit, Ajaib, atau bank digital
Perusahaan menyimpan dana di obligasi pemerintah
Perusahaan melakukan investasi dengan berbagai tujuan:
Pendapatan dari:
Dividen saham
Bunga obligasi
Dana menganggur (idle cash) dapat diinvestasikan agar lebih produktif.
Jika memiliki saham dalam jumlah besar:
→ bisa mempengaruhi kebijakan perusahaan lain
Tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan.
Perusahaan besar:
Tidak hanya menjual produk
Tapi juga investasi di saham atau properti
Investasi yang dimiliki kurang dari 1 tahun dan mudah dicairkan.
Likuid
Mudah diperjualbelikan
Digunakan untuk kebutuhan kas jangka pendek
Saham untuk trading
Deposito jangka pendek
Surat utang jangka pendek
Perusahaan membeli saham untuk dijual kembali dalam waktu dekat saat harga naik.
Investasi yang dimiliki lebih dari 1 tahun.
Tidak mudah dicairkan
Bertujuan jangka panjang
Untuk pertumbuhan nilai
Saham perusahaan lain
Obligasi jangka panjang
Investasi properti
Perusahaan membeli saham perusahaan lain untuk jangka panjang dan mendapatkan dividen setiap tahun.
Selain investasi tradisional, saat ini terdapat berbagai instrumen modern:
Surat kepemilikan perusahaan.
Keuntungan:
Dividen
Capital gain
Risiko:
Harga fluktuatif
Surat utang yang memberikan bunga tetap.
Contoh:
Obligasi pemerintah (ORI, SBN)
Pengelolaan dana oleh manajer investasi.
Jenis:
Pasar uang
Pendapatan tetap
Campuran
Saham
Contoh:
Cryptocurrency
Catatan:
Risiko tinggi
Perlu analisis mendalam
Investasi dicatat sebesar biaya perolehan (cost).
Harga beli
Biaya transaksi
Komisi broker
Pajak pembelian
Membeli saham:
Harga saham: Rp10.000.000
Biaya broker: Rp100.000
Total investasi:
= Rp10.100.000
Digunakan jika kepemilikan kecil (<20%).
Dicatat sebesar biaya
Dividen diakui sebagai pendapatan
Perusahaan menerima dividen → dicatat sebagai pendapatan
Digunakan jika memiliki pengaruh signifikan (20–50%).
Nilai investasi berubah sesuai laba perusahaan yang diinvestasikan
Jika perusahaan yang diinvestasikan untung:
→ nilai investasi bertambah
Pembagian laba kepada pemegang saham.
Pendapatan dari obligasi atau deposito.
Keuntungan dari selisih harga jual dan beli.
Beli saham Rp1 juta
Jual Rp1,2 juta
→ untung Rp200.000
Investasi tidak selalu menguntungkan.
Penurunan harga
Perusahaan bangkrut
Risiko pasar
Risiko likuiditas
Risiko ekonomi global
Saat krisis ekonomi:
Harga saham turun
Investor mengalami kerugian
Dalam akuntansi, investasi harus dikelola dengan prinsip:
Tidak melebihkan nilai aset
Mengakui kerugian jika terjadi penurunan nilai
Menggunakan data yang dapat dipercaya
Dicatat sebagai aset
Pendapatan dari investasi (dividen/bunga)
Pembelian investasi → arus kas keluar
Penjualan investasi → arus kas masuk
Menempatkan dana di saham/obligasi
Diversifikasi bisnis
Menyimpan dana di deposito atau reksa dana
Investasi lewat aplikasi digital
Trading saham
Perusahaan memiliki kas besar tetapi tidak digunakan.
Solusi:
→ Diinvestasikan ke obligasi pemerintah
Hasil:
→ Mendapat bunga rutin tanpa risiko besar
Tidak memahami risiko
Tidak melakukan analisis
Terlalu fokus pada keuntungan cepat
Tidak diversifikasi
Mengikuti tren tanpa perhitungan
Investasi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan dana dan memperoleh keuntungan di masa depan. Dalam akuntansi, investasi harus dicatat dengan benar dan dikelola secara hati-hati karena memiliki risiko.
Dengan perkembangan teknologi, investasi saat ini semakin mudah diakses, namun tetap memerlukan pengetahuan dan analisis agar tidak menimbulkan kerugian.