Kerangka konseptual merupakan dasar teori yang digunakan dalam penyusunan standar akuntansi dan laporan keuangan. Kerangka ini menjelaskan konsep dasar yang mendasari praktik akuntansi sehingga laporan keuangan dapat disusun secara konsisten dan dapat dibandingkan.
Kerangka konseptual memiliki beberapa tujuan utama:
Memberikan pedoman dalam penyusunan standar akuntansi
Membantu akuntan dalam menyusun laporan keuangan
Membantu auditor dalam menilai laporan keuangan
Membantu pengguna laporan memahami informasi keuangan
Perusahaan diperlakukan sebagai entitas yang terpisah dari pemiliknya.
Perusahaan dianggap akan terus beroperasi dalam jangka waktu yang tidak terbatas.
Kegiatan perusahaan dibagi dalam periode waktu tertentu, misalnya:
bulanan
triwulan
tahunan
Semua transaksi dicatat dalam satuan uang.
Informasi akuntansi harus memiliki karakteristik berikut:
Informasi harus mampu mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna.
Informasi harus bebas dari kesalahan material.
Laporan keuangan harus memungkinkan perbandingan antar periode.
Informasi harus disajikan dengan jelas dan mudah dipahami.