Katakana (カタカナ) merupakan salah satu dari tiga sistem penulisan dalam bahasa Jepang selain Hiragana dan Kanji. Katakana biasanya digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing, nama orang asing, nama negara, istilah ilmiah, serta kata tiruan bunyi (onomatopoeia). Oleh karena itu, katakana sering ditemukan dalam berbagai kata modern yang berasal dari bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
Dalam bahasa Jepang terdapat lima vokal utama, yaitu a, i, u, e, dan o. Vokal-vokal ini menjadi dasar pembentukan seluruh suku kata dalam bahasa Jepang. Huruf katakana kemudian dibentuk dengan cara menggabungkan konsonan dengan vokal tersebut sehingga menghasilkan berbagai bunyi suku kata.
Bunyi dasar tanpa konsonan terdiri dari lima huruf, yaitu :
ア (a), イ (i), ウ (u), エ (e), dan オ (o). Huruf-huruf ini menjadi dasar dari semua kombinasi bunyi dalam katakana.
Setelah bunyi vokal dasar, terdapat beberapa kelompok konsonan yang dikombinasikan dengan lima vokal tersebut.
baris K, yang terdiri dari カ (ka), キ (ki), ク (ku), ケ (ke), dan コ (ko).
baris S, yang terdiri dari サ (sa), シ (shi), ス (su), セ (se), dan ソ (so).
Pada kelompok ini terdapat perubahan pengucapan pada huruf シ yang dibaca shi.
baris T, yaitu タ (ta), チ (chi), ツ (tsu), テ (te), dan ト (to).
Dalam kelompok ini terdapat perubahan bunyi, yaitu チ dibaca chi dan ツ dibaca tsu.
baris N, yang terdiri dari ナ (na), ニ (ni), ヌ (nu), ネ (ne), dan ノ (no).
baris H, yaitu ハ (ha), ヒ (hi), フ (fu), ヘ (he), dan ホ (ho).
Pada kelompok ini huruf フ dibaca fu, berbeda dengan pola konsonan lainnya.
baris M, yang terdiri dari マ (ma), ミ (mi), ム (mu), メ (me), dan モ (mo).
baris Y, yang hanya memiliki tiga huruf yaitu ヤ (ya), ユ (yu), dan ヨ (yo).
baris R, yang terdiri dari ラ (ra), リ (ri), ル (ru), レ (re), dan ロ (ro).
baris W, yang terdiri dari ワ (wa) dan ヲ (wo).
Dalam penggunaan modern, huruf ヲ jarang digunakan dalam katakana.
Selain itu terdapat huruf ン (n) yang berfungsi sebagai konsonan penutup dalam sebuah suku kata.
Dalam penggunaannya, katakana memiliki beberapa fungsi penting. Pertama, katakana digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing seperti コンピュータ (konpyuuta) yang berarti komputer atau テレビ (terebi) yang berarti televisi. Kedua, katakana digunakan untuk menulis nama orang atau tempat yang berasal dari luar Jepang, seperti インドネシア (Indonesia). Ketiga, katakana sering digunakan dalam istilah ilmiah, teknologi, dan dunia bisnis. Selain itu, katakana juga dapat digunakan untuk memberikan penekanan pada kata tertentu, mirip seperti penggunaan huruf kapital dalam bahasa Inggris.