Prinsip Dasar Guratan Huruf Jepang
Secara umum terdapat 7 aturan utama dalam penulisan guratan.
1. Menulis dari Atas ke Bawah
Huruf Jepang biasanya dimulai dari bagian atas terlebih dahulu kemudian ke bawah.
Contoh:
三 (san)
arti: tiga
Urutan guratan:
garis atas
garis tengah
garis bawah
2. Menulis dari Kiri ke Kanan
Jika ada bagian kiri dan kanan, maka tulis bagian kiri terlebih dahulu.
Contoh:
川 (kawa)
arti: sungai
Urutan guratan:
1 garis kiri
2 garis tengah
3 garis kanan
3. Garis Horizontal sebelum Vertikal
Jika ada garis horizontal dan vertikal yang bersilangan, biasanya horizontal ditulis lebih dahulu.
Contoh:
十 (juu)
arti: sepuluh
Urutan:
1 garis horizontal
2 garis vertikal
4. Garis Tengah sebelum Samping
Jika terdapat garis tengah dan sisi kiri kanan, tulis garis tengah terlebih dahulu.
Contoh:
小 (chiisai)
arti: kecil
Urutan:
1 garis tengah
2 garis kiri
3 garis kanan
5. Bagian Luar sebelum Dalam
Jika huruf memiliki bingkai atau kotak, tulis bagian luar terlebih dahulu.
Contoh:
日 (hi)
arti: matahari / hari
Urutan:
1 garis atas
2 garis kiri
3 garis kanan
4 garis dalam
5 garis bawah
6. Bagian Dalam sebelum Menutup Bingkai
Jika ada bentuk kotak yang belum tertutup, maka isi bagian dalam terlebih dahulu sebelum menutupnya.
Contoh:
国 (kuni)
arti: negara
Urutan:
1 bingkai kiri
2 garis atas
3 isi dalam (玉)
4 tutup bagian bawah
7. Guratan Penutup Terakhir
Pada beberapa kanji, garis terakhir biasanya berfungsi sebagai penutup huruf.
Contoh:
田 (ta)
arti: sawah
Urutan:
1 garis kiri
2 garis atas
3 garis kanan
4 garis tengah horizontal
5 garis tengah vertikal
6 garis bawah (penutup)